Gubernur Sumut Bobby Nasution Tekankan Pentingnya Mitigasi Ancaman Megathrust
teknologi

Gubernur Sumut Bobby Nasution Tekankan Pentingnya Mitigasi Ancaman Megathrust

CNN Indonesia2 jam lalu👁 3 views🤖 AI Rewritten

Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution menegaskan pentingnya mitigasi ancaman Megathrust sebagai langkah antisipatif untuk melindungi keselamatan masyarakat sekaligus menjaga stabilitas daerah. Menurut Bobby, potensi bencana Megathrust tidak hanya mengancam keselamatan jiwa, tetapi juga dapat berdampak luas terhadap aktivitas ekonomi, pelayanan publik, stabilitas sosial, hingga aspek keamanan.

Dalam paparannya, Bobby menjelaskan bahwa zona Megathrust merupakan kawasan pertemuan antara lempeng samudera dan lempeng benua yang memicu proses subduksi. Kondisi tersebut berpotensi menghasilkan gempa bumi berkekuatan besar. "Karakteristik Megathrust memiliki magnitudo yang sangat besar, terjadi di zona subduksi, memiliki patahan dangkal dan luas, serta berpotensi memicu tsunami besar," ujar Bobby.

Bobby juga menyebut kawasan Mentawai dan pesisir barat Sumatera sebagai salah satu wilayah yang memiliki potensi ancaman Megathrust. Karena itu, ia mengingatkan masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan agar tidak mengabaikan berbagai informasi maupun peringatan dini terkait kebencanaan.

Untuk memitigasi ancaman tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut menerapkan pendekatan struktural, nonstruktural, sosial budaya, serta penguatan harmoni lintas iman di lokasi pengungsian. Mitigasi tersebut juga mengedepankan kearifan lokal yang berbasis pada nilai-nilai Kebhinekaan Nusantara.

Selain itu, Pemprov Sumut terus melakukan berbagai upaya, antara lain penguatan kebijakan dan tata kelola, pembangunan infrastruktur yang aman terhadap bencana, peningkatan kesiapsiagaan dan kapasitas masyarakat, penguatan kolaborasi dan kemitraan, serta pemanfaatan inovasi dan teknologi.

Bobby juga menyinggung penanganan bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara pada November 2025. Menurutnya, dampak bencana tersebut dapat ditangani melalui kolaborasi berbagai pihak, baik pemerintah, aparat, maupun masyarakat.