Gempa M5,9 Guncang Kepulauan Sangihe, Tak Berpotensi Tsunami
Gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 5,9 skala Richter mengguncang wilayah Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, Selasa (9/6) pukul 17.07 WIB. Pusat gempa ini berada di laut sekitar 292 kilometer barat laut Tahuna, Kepulauan Sangihe, dengan kedalaman 10 kilometer dari permukaan bumi.
BMKG menyatakan bahwa hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami. "Berdasarkan estimasi peta tingkat guncangan (shakemap), gempa bumi ini dirasakan dengan skala intensitas III MMI di Kepulauan Marore, Kepulauan Sangihe; Miangas, Kepulauan Talaud; dan Kendahe, Kepulauan Sangihe," demikian pernyataan resmi Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Wijayanto.
Wijayanto menjelaskan bahwa gempa bumi ini merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng. "Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan geser-naik (oblique thrust)," katanya.
Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Wijayanto juga menjelaskan bahwa gempa itu merupakan rangkaian susulan dari gempabumi M7,7 di Mindanao, Filipina pada Selasa (8/6) kemarin, pukul 06.37.
"Hingga tanggal 9 Juni 2026, pukul 14.00 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 152 aktivitas gempa bumi susulan (aftershock), dengan magnitudo terbesar M6,7," katanya.