Gandeng PKK, OJK Bidik 6 Juta Perempuan Jadi Agen Literasi Keuangan
teknologi

Gandeng PKK, OJK Bidik 6 Juta Perempuan Jadi Agen Literasi Keuangan

CNN Indonesia2 jam lalu👁 3 views🤖 AI Rewritten

OJK bersama Tim Penggerak PKK memperluas literasi keuangan hingga tingkat desa dengan menyasar lebih dari 6 juta anggota PKK sebagai agen edukasi keuangan masyarakat. Kerja sama tersebut dilakukan melalui kegiatan edukasi keuangan dalam rangka Bulan Literasi Keuangan (BLK) 2026 yang digelar OJK bersama Tim Penggerak PKK di Jakarta, Selasa (9/6).

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan perempuan memiliki peran penting dalam mendorong kesejahteraan keluarga sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. "Bagaimana kita ingin meningkatkan edukasi, literasi, dan inklusi masyarakat Indonesia terutama dari kelompok perempuan. Karena kita semua paham bagaimana peran perempuan terhadap pemberdayaan ekonomi dan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujar Friderica.

Friderica menilai perempuan juga berperan besar dalam pengembangan UMKM yang berkontribusi terhadap ekonomi daerah dan nasional. "Perempuan tidak hanya kemudian di masyarakat saja, banyak juga UMKM-UMKM yang dimotori oleh perempuan. Kita lihat bagaimana ini kemudian bisa berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi di semua daerah di Indonesia dan akan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional," katanya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen (PEPK) OJK Dicky Kartikoyono mengatakan perempuan memegang peran sentral dalam pengelolaan keuangan keluarga. "Menteri keuangannya, finance director-nya ini adalah ibu-ibu. Nah tentunya ini sangat penting dalam membangun generasi masa depan kita," kata Dicky.

Ia menambahkan anggota PKK berpotensi menjadi duta literasi keuangan karena memiliki jaringan luas hingga tingkat desa. "Ibu-ibu ini sangat berpotensi untuk menjadi duta literasi keuangan. Karena anggotanya hampir 6 juta atau bahkan lebih dari 6 juta sampai ke desa," ujarnya.

Dicky juga mengingatkan pentingnya literasi di tengah perkembangan layanan keuangan digital yang semakin pesat. "Digital ini punya manfaat tapi sekaligus risiko atau mudarat. Jadi inklusi tidak bisa hanya sekadar akses, tapi harus diikuti dengan pemahaman," katanya.

Dengan kerja sama ini, OJK berharap dapat meningkatkan edukasi, literasi, dan inklusi masyarakat Indonesia terutama dari kelompok perempuan.