FOMO dan Viral Kembali Hidupkan Blok M Jadi Episentrum Nongkrong Anak Muda
Blok M kembali menjadi pusat nongkrong anak muda berkat budaya viral dan FOMO yang mendorong munculnya usaha baru seperti photobox. Pictme Photobox yang dibuka akhir Desember 2025 menjadi salah satu contoh bisnis yang tumbuh pesat di kawasan tersebut.
Kawasan Blok M di Jakarta Selatan kembali ramai dikunjungi ratusan anak muda setiap sore sejak Selasa 26 Mei 2026. Fenomena ini terjadi karena budaya viral dan fear of missing out atau FOMO yang tinggi di kalangan generasi muda. Mereka datang untuk nongkrong, mencari kuliner, serta berburu visual estetik guna eksistensi di media sosial. Kondisi tersebut membuat Blok M menjelma menjadi episentrum baru aktivitas anak muda di Jakarta Selatan.
Salah satu usaha yang ikut berkembang adalah Picturememories.id atau Pictme Photobox yang berlokasi di depan kedai Mie Star, Blok M. Tempat ini menawarkan cetakan foto berukuran besar dengan frame bernuansa koran lawas yang dijual Rp40 ribu per lembar. Mesin waktu modern tersebut langsung diminati karena hasil fotonya bernilai tinggi di platform digital. Staff Marketing Pictme Ramzul Aghna menyebutkan cabang Blok M mulai beroperasi akhir Desember 2025 karena trafik pengunjung yang sangat tinggi.
Pictme sendiri berdiri sejak 2023 dengan basis awal di Bogor. Usaha photobox ini berkembang dari dua cabang menjadi tujuh cabang pada 2024, kemudian sekitar 13 cabang pada 2025. Tahun ini perusahaan menargetkan memiliki 18 cabang. Mayoritas pelanggan di Blok M adalah perempuan berusia 17 hingga 34 tahun yang antusiasnya sempat membuat antrean mengular selama satu bulan pertama.
Ramzul menilai suasana Blok M kini jauh berbeda dibanding beberapa tahun lalu. Jika dulu kawasan itu identik dengan thrifting dan toko pakaian, kini aktivitas kuliner serta activation brand mulai mendominasi. Menurutnya, Blok M Square yang sebelumnya sepi kini menjadi pusat nongkrong anak muda dengan kultur khas Jakarta. Tren photobox koran yang ramai tidak lepas dari fenomena viral dan FOMO yang tinggi di masyarakat Indonesia.