Fenomena Bediding di Jatim, Pakar Ungkap Pemicunya
teknologi

Fenomena Bediding di Jatim, Pakar Ungkap Pemicunya

CNN Indonesia2 jam lalu👁 3 views🤖 AI Rewritten

Fenomena bediding telah menimpa wilayah Jawa Timur (Jatim) dengan suhu udara yang terasa jauh lebih dingin dari biasanya. Fenomena ini terjadi karena wilayah Jatim dilewati angin Benua Australia. BMKG Kelas I Juanda melaporkan fenomena ini merata di berbagai daerah, mulai dari dataran tinggi seperti Malang Raya, Pasuruan Raya, dan Probolinggo, hingga wilayah dataran rendah dan pesisir seperti Surabaya Raya, Mojokerto Raya, Gresik dan Lamongan.

Prakirawan BMKG Kelas I Juanda, Rendy Irawadi menjelaskan bahwa fenomena tahunan ini dipicu oleh pergerakan massa udara dari Benua Australia yang saat ini tengah mengalami musim dingin. "Fenomena bediding ini disebabkan oleh aliran angin dari Australia yang bersifat dingin dan kering," kata Rendy, Selasa (9/6). Massa udara dingin tersebut bergerak menuju Indonesia melalui angin timuran. Karakteristik udara yang kering ini menyebabkan minimnya pembentukan awan di langit.

"Akibat tidak adanya penghalang berupa awan, panas matahari yang diserap bumi pada siang hari langsung terlepas secara cepat ke atmosfer saat malam hari. Kondisi inilah yang memicu penurunan suhu secara drastis menjelang dini hari," ucapnya. Menurut Rendy, udara dingin yang menusuk ini diprediksi tidak akan hilang dalam waktu dekat. Fenomena ini akan terus menyelimuti wilayah Jawa Timur sepanjang musim kering tahun ini.

"Merespons fenomena ini, BMKG pun mengimbau masyarakat untuk mengantisipasi dampak udara kering yang berpotensi memicu gangguan kesehatan. Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan warga dengan riwayat penyakit pernapasan diminta meningkatkan kewaspadaan menghadapi perubahan suhu ekstrem antara siang dan malam," kata Rendy.