DEN Usulkan Penggunaan AI untuk Mencegah Under Invoicing Ekspor
Dewan Ekonomi Nasional (DEN) telah mengusulkan penggunaan sistem Artificial Intelligence (AI) untuk memblokir ekspor sejumlah komoditis strategis dari perusahaan yang terindikasi melakukan kecurangan. Penggunaan AI ini bertujuan untuk mencegah praktik under invoicing pada ekspor komoditas seperti minyak sawit mentah, batu bara, dan paduan besi.
Dalam kajiannya, DEN menemukan bahwa komoditis strategis tersebut terdapat indikasi nyata kecurangan hingga miliaran dolar AS. Dengan demikian, anggota DEN Septian Hario Seto mengusulkan penggunaan sistem AI yang mampu memblokir penjualan perusahaan yang terindikasi pelanggaran, termasuk under invoicing.
"Penggunaan sistem AI ini dapat membantu menutup gap antara nilai ekspor yang sebenarnya dan nilai yang dilaporkan," kata Seto. "Kita juga dapat memantau lebih mudah keberadaan komoditas strategis tersebut dari sumber-sumber yang legal."
Seto juga mencontohkan sistem bernama "SIMBARA" yang dapat membantu proses ekspor batu bara. Ia menjelaskan bahwa dengan penggunaan AI, manusia tidak lagi perlu mengoperasikan sistem tersebut, melainkan algoritma yang akan dijalankan untuk memaksakan kepatuhan.
Sistem AI ini juga dapat merespons jika suatu perusahaan diketahui melakukan kecurangan. Bentuk kenakalan bisa berupa pembayaran royalti, pencantuman harga yang tidak masuk akal, hingga kontrak yang tidak sesuai. Seto menyebut sistem ini sebagai "auto-blocking system".
Penggunaan AI untuk mencegah under invoicing ini juga dapat membantu memberantas pertambangan atau perusahaan ilegal karena dapat dipantau lebih mudah.
"Kita bisa cek nanti setiap ton CPO, setiap ton batu bara ini harus berasal dari sumber-sumber yang legal. Tambang-tambang yang memang izinnya benar, gitu lho," ungkap Seto.
Dalam kaitannya dengan program digitalisasi sektor komoditas strategis, PT DSI akan membangun sistem digitalisasi selama masa transisi hingga 31 Desember 2026. Program ini bertujuan untuk mencegah praktik under invoicing dan meningkatkan kepatuhan perusahaan dalam mengeluarkan ekspor komoditas strategis.
Dengan demikian, penggunaan AI dapat membantu meningkatkan keamanan dan integritas ekspor komoditas strategis di Indonesia.