Dampak Video Pendek pada Otak Anak, Orang Tua Wajib Waspadai!
teknologi

Dampak Video Pendek pada Otak Anak, Orang Tua Wajib Waspadai!

CNN Indonesia9 jam lalu👁 4 views🤖 AI Rewritten

Video pendek kini sangat populer di media sosial dan banyak digunakan oleh anak-anak dan remaja. Mereka tidak menonton sampai selesai, melainkan hanya menonton 14-45 detik awal saja. Saat video digeser, otak melepas dopamin di area nukleus accumbens yang merupakan pusat penghargaan (reward) otak.

Dopamin ini kemudian menyebabkan perasaan senang dengan apa yang dilakukan atau baru-baru saja dilakukan. Kemudian juga menyebabkan anak menginginkan lebih banyak perasaan itu. Persediaan video pun tak terbatas sehingga tidak heran anak bisa berlama-lama dengan gadget-nya.

Saat anak sering menonton video pendek, nukleus accumbens menyesuaikan diri dengan lonjakan dopamin. Lama-kelamaan, area ini jadi membutuhkan stimulasi serupa dan bisa mengarah pada kecanduan. Kecanduan gadget mungkin baru satu dampak dari beberapa dampak yang sama seriusnya.

Konsumsi video pendek juga dapat mengganggu tidur anak. Paparan cahaya dari gadget dapat menunda pelepasan melatonin yang membantu tidur. Tidur yang terganggu dapat memengaruhi suasana hati, daya tahan tubuh, dan daya ingat.

Selain itu, otak anak sulit tenang akibat konten yang memicu emosi naik turun. Studi menemukan bahwa konsumsi video pendek dapat menyebabkan gangguan tidur, kecanduan gadget, dan bahkan pengaruh pada suasana hati anak.

Orang tua perlu waspada terhadap dampak negatif video pendek pada otak anak. Mereka harus memantau aktivitas anak di media sosial dan mengajarkan anak untuk tidak berlebihan dalam menonton video pendek. Dengan demikian, anak dapat menjaga kesehatan otaknya dan mencegah dampak negatif yang lebih parah.