Capsule Wardrobe dan Keberlanjutan, Bisakah Berjalan Beriringan?
ekonomi

Capsule Wardrobe dan Keberlanjutan, Bisakah Berjalan Beriringan?

CNN Indonesia5 Juni 2026👁 4 views🤖 AI Rewritten

Capsule wardrobe adalah sistem penyimpanan kawasan kabinet yang terbatas dan diisi dengan beberapa pakaian, yang mendorong kita untuk menguras isi lemari dan belanja lebih sedikit. Konsep ini bertujuan agar pakaian dapat digunakan sering dan memperpanjang masa pakainya.

Namun pertanyaan pentingnya adalah apakah konsep ini benar-benar sejalan dengan gerakan keberlanjutan? Ada kemungkinan bahwa capsule wardrobe hanya menjadi 'euforia sesaat' dan pola belanja pakaian lama bisa kembali. Ketika industri fesyen menawarkan sesuatu yang baru, maka kita akan kembali ke pola belanja sebelumnya.

Penerapannya masih belum sejalan dengan semangat keberlanjutan karena konsep ini tidak selalu dapat mengurangi konsumsi pakaian. Di sisi lain, capsule wardrobe bisa diposisikan sebagai jawaban atas masalah yang ditimbulkan oleh fast fashion, yaitu limbah dari pakaian murah dengan siklus produksi yang singkat.

Studi yang dilakukan oleh José Magano di Journal of Sustainability Research (2025) menunjukkan bahwa motivasi konsumen dalam mengadopsi capsule wardrobe tidak selalu konsisten. Penelitian ini melibatkan 776 konsumen di Portugal dan hasilnya menunjukkan bahwa niat konsumen untuk melakukan tanggung jawab sosial terlihat kuat, namun ketertarikan pada fesyen dan gaya belanja hedonis justru memberikan pengaruh sebaliknya.

Perempuan cenderung memiliki tingkat keterlibatan sustainability yang lebih tinggi, tetapi kebiasaan belanjanya juga tinggi. Adapun Generasi Z menunjukkan kesenjangan antara niat dan aksi, ide dan rencana tentang gaya hidup sustainable mereka belum berubah menjadi tindakan nyata.

Jadi, bisakah capsule wardrobe berjalan bersamaan dengan keberlanjutan? Penerapan konsep ini masih harus lebih konsisten dan efektif dalam mengurangi konsumsi pakaian.