BPIP Tegaskan Seleksi Paskibraka Profesional dan Objektif
BPIP membantah isu diskriminasi atau SARA di balik proses seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat nasional. Hal ini disampaikan oleh Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka BPIP Pusat Fuad Lutfi dalam menjawab polemik siswi peserta seleksi Paskibraka Cathlyn Yvaeni Lesmana yang gagal masuk tiga besar perwakilan Sulawesi Selatan (Sulsel) usai dicoret dalam seleksi tingkat nasional.
"Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan dinilai berdasarkan indikator seleksi yang telah ditetapkan secara nasional," kata Fuad, Kamis (28/5). Menurut Fuad, proses seleksi dilakukan dengan mengacu pada indikator-indikator yang telah ditetapkan secara nasional. Oleh karena itu, tidak ada unsur diskriminasi atau SARA di balik pencoretan nama Cathlyn.
Fuad juga menjelaskan soal isu penggunaan bahasa daerah dalam sesi wawancara yang sempat menjadi sorotan publik. Menurut Fuad, pertanyaan mengenai kemampuan bahasa daerah bukan bagian dari komponen penilaian yang menentukan kelulusan peserta. Pertanyaan tersebut hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum.
"Pertanyaan mengenai bahasa daerah adalah salah satu aspek untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya," kata Fuad. Menurut Fuad, hal ini tidak berarti bahwa bahasa daerah menjadi syarat utama dalam proses seleksi Paskibraka.
Fuad juga menjelaskan bahwa seluruh tahapan seleksi di Sulsel sudah sesuai prosedur baku. Proses tersebut, kata dia, berjalan ketat dengan melibatkan pemda, panitia seleksi provinsi, hingga tim monitoring dari pusat. Menurut Fuad, tidak hanya satu aspek tertentu saja yang dinilai dalam proses seleksi Paskibraka.
"Paskibraka bukan sekadar mencari peserta dengan nilai tertinggi pada satu tes saja, melainkan memilih figur paling siap secara keseluruhan untuk menjalankan tugas kenegaraan," ujarnya. Menurut Fuad, proses penilaian dilakukan secara menyeluruh untuk melihat kesiapan peserta sebagai calon pelaksana tugas kenegaraan.
Fuad membeberkan ada banyak komponen yang menjadi dasar penilaian, mulai dari kesehatan, kesamaptaan, peraturan baris-berbaris (PBB), kepribadian, wawasan kebangsaan, hingga kesiapan mental dan disiplin peserta. Oleh karena itu, BPIP menegaskan bahwa proses seleksi Paskibraka tingkat nasional dilakukan profesional dan objektif.