Blok M Kembali Hidup sebagai Pusat Youth Culture Jakarta
Fenomena 'Negara Blok M' viral di media sosial karena kawasan ini menawarkan pengalaman urban yang lengkap bagi generasi muda. Pengamat budaya menyebut popularitas Blok M sebenarnya sudah ada sejak puluhan tahun lalu.
Di media sosial, istilah 'Negara Blok M' belakangan muncul hampir di mana-mana. Ada yang menggunakannya sambil bercanda, ada pula yang serius menganggap kawasan ini seperti 'dunia sendiri' di tengah Jakarta. Gulir media sosial TikTok pun dipenuhi konten tentang Blok M yang menampilkan antrean makanan viral, orang-orang berburu kopi artisan, toko vinyl yang ramai, serta sudut-sudut estetik yang terus bermunculan. Bagi sebagian anak muda Jakarta, pergi ke Blok M bukan lagi sekadar mencari makan atau nongkrong, melainkan menjadi pengalaman sosial yang utuh.
Orang datang untuk berjalan kaki, melihat keramaian, bertemu teman, memotret sudut kota, atau sekadar merasa menjadi bagian dari denyut urban Jakarta. Menariknya, Jakarta sebenarnya punya banyak kawasan kultural lain seperti Cikini yang lekat dengan sejarah seni, Kota Tua dengan romantisme masa kolonial, Pasar Baru yang menyimpan jejak belanja lawas, hingga Sabang yang tak pernah tidur karena kulinernya. Namun di antara semua itu, Blok M tetap terasa berbeda karena selalu berhasil menemukan bentuk baru untuk tetap relevan bagi generasi muda.
Pengamat budaya pop, Hikmat Darmawan menyebut fenomena tersebut sebenarnya bukan sesuatu yang benar-benar baru. Blok M memang nyatanya sudah tenar sejak dulu sebagai pusat anak muda. "Kalau kita bicara konteks youth culture Indonesia, tahun 1980-an sampai awal 1990-an itu Blok M sudah jadi pusat anak muda. Bedanya sekarang cuma viralitas media sosial saja," kata Hikmat. Hikmat menambahkan bahwa banyak orang saat ini terputus dari sejarah panjang Blok M sebagai pusat budaya populer Jakarta.
Pada era 1980-an, bahkan pernah ada film berjudul Blok M yang merupakan kepanjangan dari 'Bakal Lokasi Mejeng' yang dibintangi Desy Ratnasari hingga Paramitha Rosady. Film itu sangat populer di kalangan anak muda pada masanya dan makin menguatkan citra Blok M sebagai tempat nongkrong anak muda Jakarta kala itu. Bukan cuma film, Radio Prambors yang saat itu menjadi radio anak muda paling populer di Jakarta pernah menyiarkan berbagai program yang erat kaitannya dengan kawasan ini.