Banjir di Luwu Utara Sulsel: 12 Ribu Jiwa Terdampak, Ratusan Mengungsi
teknologi

Banjir di Luwu Utara Sulsel: 12 Ribu Jiwa Terdampak, Ratusan Mengungsi

CNN Indonesia7 jam lalu👁 1 views🤖 AI Rewritten

Banjir kembali melanda wilayah Kabupaten Luwu Utara di Sulawesi Selatan (Sulsel) pada Rabu (13/5), membuat 12.307 jiwa terdampak hingga ratusan warga mengungsi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Luwu Utara mencatat bahwa hujan deras yang mengguyur sejak hari itu menyebabkan debit air di beberapa sungai meluap, termasuk Sungai Rongkong, Sungai Masamba, Sungai Baliase, Sungai Kanjiro, dan Sungai Bungadidi.

"Luapan sungai turut membawa material kayu dan lumpur dari kawasan pengunungan yang memperparah kondisi banjir," kata anggota tim BPBD Lutra, A Zulkarnain. Ia menambahkan bahwa tujuh kecamatan terendam akibat banjir ini, yaitu Kecamatan Baebunta Selatan, Malangke Barat, Malangke Mappedeceng, Bone-Bone dan Tanalili.

Menurut Zulkarnain, kondisi air saat ini belum berubah. Ia mengungkapkan bahwa tiga kecamatan yang terdampak banjir tersebut cukup parah dan membutuhkan perhatian khusus dari pemerintah dan masyarakat. "Tersisa tujuh kecamatan yang masih terendam," kata Zulkarnain.

Dari informasi yang diberikan oleh BPBD Luwu Utara, dampak banjir ini sangat luas dan kompleks. Jumlah warga terdampak mencapai 12.307 jiwa, dengan ratusan orang harus mengungsi ke tempat yang lebih aman. Selain itu, ada juga beberapa fasilitas umum yang rusak akibat banjir, termasuk 34 unit fasilitas ibadah, 10 unit fasilitas kesehatan, dan 27 unit fasilitas pendidikan.

Pemerintah Kabupaten Luwu Utara telah merespon bencana tersebut dengan menetapkan status tanggap darurat yang berlangsung mulai tanggal Kamis (18/5) hingga Selasa (16/6). Dengan demikian, pemerintah dapat memberikan perhatian khusus kepada warga yang terdampak banjir dan melakukan upaya untuk memulihkan kondisi wilayah yang terkena dampak.