Bahlil Yakin Kadar Air B50 Lebih Rendah, Siap Jalan 1 Juli 2026
ekonomi

Bahlil Yakin Kadar Air B50 Lebih Rendah, Siap Jalan 1 Juli 2026

CNN Indonesia2 jam lalu👁 3 views🤖 AI Rewritten

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebut B50 siap meluncur 1 Juli 2026. Menurutnya, kualitas bahan bakar biodiesel 50 persen (B50) lebih baik ketimbang B40 yang berlaku saat ini.

Salah satu sorotannya adalah kadar air B50 yang lebih rendah. Bahlil menyatakan bahwa karakteristik itu membuat B50 lebih andal menjaga kestabilan operasional mesin diesel. Ia juga menyebut tingkat keberhasilan uji coba sejauh ini sudah di kisaran 80-90 persen.

"Sekarang kan kita uji coba terus semuanya 80 sampai 90 persen dari hasil uji coba alhamdulillah baik bahkan kadar airnya dibandingkan dengan B40 dan B50 itu lebih baik di B50," kata Bahlil di Gedung DPR RI, Jakarta.

Klaim itu sejalan dengan spesifikasi B50 yang memang diperketat dibanding B40. Berdasarkan hasil uji Kementerian ESDM, batas maksimum kadar air pada bahan bakar B50 diturunkan menjadi 300 ppm, dari sebelumnya 320 ppm pada B40.

Selain itu, dua parameter lain ikut disempurnakan, yaitu batas maksimum monogliserida yang diturunkan menjadi 0,47 persen massa dari 0,5 persen massa, dan kestabilan oksidasi yang dinaikkan menjadi minimal 900 menit dari sebelumnya 720 menit.

Bahlil memastikan bahwa B50 tetap meluncur sesuai jadwal, yaitu 1 Juli 2026. Pemerintah kini tengah merampungkan tahap akhir pengujian teknis untuk menjamin kesiapan mesin kendaraan sebelum bahan bakar itu resmi dipakai secara nasional.

"Oh itu per 1 Juli 2026 akan diimplementasikan," kata Bahlil. Ia juga menyebut bahwa ia mungkin akan melakukan rapat dengan tim uji coba dalam satu minggu ke depan.

Meski hasil sementara terbilang positif, Bahlil belum membuka seluruh rincian evaluasi teknis. Ia menyebut angka final baru akan diumumkan usai rapat evaluasi terakhir.

"Namun hasil akhirnya akan kami sampaikan pada saat setelah rapat evaluasi final," ujarnya.

Uji coba B50 sendiri sudah berjalan sejak 9 Desember 2025 secara serentak di enam sektor, mulai dari otomotif, tambang, alat pertanian, kelautan, pembangkit, hingga kereta api.