Asap Perang Membumbung di Lebanon, Trump Murka pada Netanyahu
Serangan militer Israel terhadap Lebanon memicu amarah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Sejak hari Senin (8/7), serangan udara dan artileri Israel meluas ke wilayah-wilayah berpenduduk sipil di Lebanon. Serangan ini menyebabkan korban jiwa dan warga sipil terluka parah.
Dampak serangan militer itu juga dirasakan di Amerika Serikat (AS). Presiden AS, Donald Trump, kemudian mengecam kepala pemerintahan Israel, Benjamin Netanyahu. Menurut sumber dekatnya, presiden AS ini marah atas tindakan keras yang dilakukan oleh pasukan Israel.
"Israel harus berhenti segera melakukan serangan terhadap Lebanon," ujar Presiden Trump dalam pernyataannya. "Kita tidak ingin melihat korban sipil di mana pun." Seruan tersebut mendapat respons dari negara-negara lain, termasuk Prancis. Pemerintah Perancis meminta agar kapal induk militer mereka diperbolehkan untuk mengunjungi laut Lebanon dan berpartisipasi dalam upaya penyelesaian konflik.