Apa yang Terjadi pada Tubuh saat Makan Es Krim? Rasa Sakitnya Bisa Datang Tiba-Tiba!
Rasa sakit kepala yang muncul setelah memakan es krim merupakan efek dari mekanisme tubuh dalam menjaga suhu jaringan tertentu tetap normal. Tubuh merespons dengan menyempitkan pembuluh darah dan mengalirkan darah ke area untuk menghangatkannya.
Pada beberapa orang, konsumsi es krim bisa bikin sakit kepala. Es krim dan minuman dingin boleh jadi pilihan makanan/minuman yang cocok di tengah cuaca panas seperti sekarang. Sekali gigit atau teguk, mulut boleh langsung terasa segar. Tapi, beberapa orang justru mengalami rasa sakit yang tajam di kepala usai memakan es krim.
Sensasi ini dikenal dengan sebutan 'brain freeze' alias kepala yang membeku. Pada dasarnya, kondisi ini umum terjadi, namun tak banyak diketahui. Mengutip India Today, brain freeze merupakan salah satu reaksi tubuh terhadap beberapa hal, termasuk es krim. Orang yang sering mengalami migrain lebih berisiko terhadap brain freeze.
Rasa sakit kepala yang muncul usai memakan es krim menjadi bentuk mekanisme tubuh dalam menjaga suhu jaringan tertentu tetap normal. Jaringan yang dimaksud adalah langit-langit mulut bagian belakang yang disebut dengan ganglion sphenopalatine. Bagian ini dipenuhi dengan pembuluh darah dan ujung saraf yang sangat sensitif terhadap suhu.
Saat sesuatu yang dingin, seperti es krim, menyentuh area tersebut, pembuluh darah akan menyempit. Otak kemudian menafsirkan penurunan suhu yang tiba-tiba itu sebagai potensi ancaman. Sebagai gantinya, otak mengalirkan darah ke area tersebut untuk menghangatkannya atau menjaga suhu kembali normal.
Aliran darah yang deras itu membuat pembuluh darah melebar dengan cepat, sama cepatnya seperti saat pembuluh darah menyempit. Perubahan mendadak inilah yang memicu rasa sakit. Dengan kata lain, mekanisme di atas tak ubahnya refleks yang dirancang untuk melindungi jaringan yang sensitif seperti ganglion.
Pertanyaan lain yang muncul adalah: mengapa rasa sakit justru muncul di kepala dan bukan di mulut? Ganglion sphenopalatine terletak dekat dengan saraf trigeminal, salah satu jaringan terbesar di area kepala manusia. Area ini juga membawa sinyal dari dan ke dahi serta pelipis.
Saat ganglion mengirimkan sinyal nyeri, otak salah mengartikan asal sinyal tersebut dan menempatkan sensasi nyeri di dahi, bukan di mulut. Dokter menyebutnya sebagai 'nyeri yang beralih'.