Apa itu Pubertas Dini pada Anak dan Bagaimana Cara Mengenali Gejalanya?
teknologi

Apa itu Pubertas Dini pada Anak dan Bagaimana Cara Mengenali Gejalanya?

CNN Indonesia2 jam lalu👁 3 views🤖 AI Rewritten

Pubertas dini terjadi ketika tanda-tanda pubertas muncul terlalu cepat, umumnya sebelum usia 8 tahun pada anak perempuan dan sebelum usia 9 tahun pada anak laki-laki. Mengutip dari Cleveland Clinic, pubertas merupakan fase ketika tubuh anak mulai berkembang menjadi dewasa akibat perubahan hormon reproduksi. Proses tersebut terjadi ketika otak mengaktifkan sistem hormon reproduksi. Pada pubertas dini, sistem ini aktif lebih cepat dari seharusnya atau tubuh mulai memproduksi hormon seks terlalu awal.

Penyebab pubertas dini secara umum adalah karena hormon pubertas aktif lebih cepat dari seharusnya. Namun, pada sebagian anak, kondisi ini dapat berkaitan dengan gangguan otak, faktor genetik, kelainan bawaan, serta masalah pada organ penghasil hormon seperti ovarium, testis, atau kelenjar adrenal. Kondisi tertentu seperti obesitas dan paparan hormon dari luar tubuh juga dapat ikut memengaruhi pubertas muncul lebih cepat.

Pubertas dini tidak hanya mempengaruhi perubahan fisik anak, tetapi juga kondisi psikologisnya. Anak bisa merasa berbeda dari teman sebaya, lebih cepat malu terhadap tubuhnya, atau mengalami tekanan sosial karena dianggap lebih dewasa sebelum waktunya. Orang tua perlu waspada dan mengerti tentang gejala awal pubertas dini agar dapat memberikan dukungan yang tepat kepada anak mereka.

Dalam beberapa tahun terakhir, para peneliti mulai menyoroti faktor lingkungan dan gaya hidup sebagai salah satu faktor yang mungkin berperan dalam meningkatnya kasus pubertas dini. Meningkatnya kasus pubertas dini juga berkaitan dengan naiknya angka obesitas anak dan paparan bahan kimia yang dapat mengganggu sistem hormon tubuh.

Dalam beberapa tahun terakhir, para peneliti mulai menyoroti faktor lingkungan dan gaya hidup sebagai salah satu faktor yang mungkin berperan dalam meningkatnya kasus pubertas dini. Meningkatnya kasus pubertas dini juga berkaitan dengan naiknya angka obesitas anak dan paparan bahan kimia yang dapat mengganggu sistem hormon tubuh.

Dikutip dari jurnal yang dipublikasikan oleh National Institute of Health (NIH), beberapa faktor yang berkontribusi pada pubertas dini adalah indeks massa tubuh (BMI), riwayat menarche atau menstruasi pertama ibu, durasi menyusui, serta perubahan hormon tertentu.