8 Saham Emiten Indonesia Didepak FTSE Russell, Ini Alasannya
ekonomi

8 Saham Emiten Indonesia Didepak FTSE Russell, Ini Alasannya

CNN Indonesia17 jam lalu👁 3 views🤖 AI Rewritten

Lembaga pemeringkat indeks saham global FTSE Russell mengeluarkan 8 saham emiten Indonesia dari daftar indeks FTSE Global Equity Index Series (GEIS). Penyebabnya adalah struktur kepemilikan terkonsentrasi tinggi atau high shareholding concentration (HSG) dan free float di bawah batas minimum. Keputusan ini akan efektif pada Senin (22/6) mendatang.

Lembaga pemeringkat indeks saham global FTSE Russell mengeluarkan 8 saham emiten Indonesia dari daftar indeks FTSE Global Equity Index Series (GEIS). Penyebabnya adalah struktur kepemilikan terkonsentrasi tinggi atau high shareholding concentration (HSG) dan free float di bawah batas minimum. Keputusan ini akan efektif pada Senin (22/6) mendatang.

Lembaga pemeringkat indeks saham global FTSE Russell mengeluarkan sejumlah saham emiten Indonesia dari daftar indeks FTSE GEIS karena beberapa alasan. Mulai dari adanya struktur kepemilikan terkonsentrasi tinggi atau high shareholding concentration (HSG), mempunyai free float di bawah batas minimum, hingga dinilai gagal penyaringan pengawasan saham atau failed surveillance.

Keputusan penyesuaian indeks tersebut akan mulai berlaku pada Senin (22/6) mendatang. Pada Sabtu (23/5) lalu, FTSE Russell mengumumkan 4 saham Indonesia didepak dari indeksnya dalam laporan berjudul June 2026 Quarterly Review.

Penjabat sementara (Pjs) Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik menilai pengeluaran saham ini dilakukan sebagai konsekuensi jangka pendek dari reformasi pasar modal yang dilakukan self regulatory organization (SRO).

"Kita pahami itu sebagai konsekuensi jangka pendek dari upaya reformasi yang kita lakukan bersama-sama di pasar modal kita," ujar Jeffrey di Gedung BEI, Jakarta Selatan, seperti dikutip Detikfinance.

Berikut saham emiten Indonesia yang didepak FTSE Russell beserta alasannya:

1. PT Dian Swastika Sentosa Tbk (DSSA)

Saham milik Grup Sinar Mas ini didepak dari kategori large cap GEIS lantaran masuk dalam kategori saham dengan struktur kepemilikan terkonsentrasi tinggi atau high shareholding concentration (HSG).

2. PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ)

3. PT Hillcon Tbk (HILL)

4. PT Mulia Industrindo Tbk (MLIA)

5. PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO)

6. PT Trimegah Bangun Persada (NCKL)

7. PT BUMA Internasional Grup Tbk (DOID)

8. PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (CNMA)