5 Faktor yang Membuat Hasil Pengukuran Tekanan Darah Berbeda di Rumah dan Klinik
Hasil pengukuran tekanan darah di rumah dan klinik ternyata bisa berbeda. Perbedaan ini kerap membuat banyak orang bingung saat mendapati angka tensi berubah meski diperiksa dalam waktu berdekatan.
Ketua Indonesian Society of Hypertension (INASH), dokter spesialis saraf Eka Harmeiwati mengatakan, pengukuran tekanan darah dipengaruhi banyak faktor, mulai dari kondisi tubuh, posisi saat pemeriksaan, hingga faktor psikologis. "Kalau di rumah batasan normalnya 135/85, bukan 140/90, itu di klinik," kata Eka dalam acara peluncuran tensimeter Omron SF Series di Jakarta Selatan, Rabu (20/5).
Menurut Eka, tekanan darah di klinik cenderung lebih tinggi karena sebagian orang merasa tegang saat bertemu tenaga kesehatan. Kondisi ini dikenal sebagai white coat hypertension atau hipertensi jas putih. "Tekanan darahnya naik kalau ketemu dokter atau ketemu petugas kesehatan. Tapi kalau di rumah tensinya normal," ujarnya.
Selain hipertensi jas putih, Eka juga mengingatkan adanya kondisi masked hypertension atau hipertensi terselubung. Pada kondisi tersebut, tekanan darah tampak normal saat diperiksa di klinik, tetapi justru tinggi saat di rumah. "Kalau di dokter, di klinik, tensinya normal, tapi di rumah tinggi. Ini namanya enggak terdeteksi," katanya.
Oleh karena itu, Eka menyarankan masyarakat mulai rutin mengukur tekanan darah sendiri di rumah, terutama bagi mereka yang memiliki faktor risiko hipertensi seperti obesitas, stres, riwayat keluarga, atau kebiasaan merokok. Namun, ia mengingatkan bahwa pengukuran tekanan darah di rumah juga tidak boleh dilakukan sembarangan.
Posisi tubuh yang salah dapat membuat hasil pemeriksaan menjadi tidak akurat. "Kalau tidak bersandar, maka tekanan darah yang diukur itu bisa naik 10 sampai 15," ujar Eka. Ia juga mengingatkan seseorang sebaiknya tidak berbicara selama pemeriksaan berlangsung karena dapat memengaruhi hasil tensi.
"Ngobrol bisa naik 10 sampai 20," katanya. Selain itu, menurut Eka, ada beberapa kondisi yang perlu diperhatikan sebelum memeriksa tekanan darah karena justru dapat menimbulkan tekanan darah bisa naik, seperti marah, sedang stres, setelah melakukan olahraga, setelah makan, atau setelah mengonsumsi obat.