2014: Tahun Awal Indonesia Percepat Industri Hilirisasi Mineral
ekonomi

2014: Tahun Awal Indonesia Percepat Industri Hilirisasi Mineral

CNN Indonesia2 jam lalu👁 3 views🤖 AI Rewritten

Tahun 2014 merupakan tahun awal penting bagi Indonesia dalam perkembangan industri hilirisasi mineral. Menurut Senior Vice President Government Relations PT Freeport Indonesia (PTFI) Harry Pancasakti, tahun tersebut merupakan titik awal penting bagi Indonesia dalam mempercepat proses hilirisasi sektor pertambangan. Ia menjelaskan bahwa pada tahap awal hilirisasi, produk yang dipasarkan baik untuk kebutuhan domestik maupun ekspor masih berupa hasil pengolahan seperti konsentrat tembaga.

Pada tahun 2014, Indonesia mulai memperkuat proses pengolahan hasil tambang di dalam negeri. Menurut Harry, sejak saat itu tidak hanya fokus pada aktivitas penambangan, tetapi juga mulai melakukan pengolahan. Ia menjelaskan bahwa proses pemurnian telah meningkatkan nilai tambah komoditas tambang dan memperkuat fondasi industri nasional.

Ia mencontohkan konsentrat tembaga yang sebelumnya menjadi produk utama kini dapat dimurnikan menjadi tembaga katoda dengan tingkat kemurnian mencapai 99,99 persen. Selain itu, proses pemurnian juga menghasilkan logam mulia seperti emas dan perak. "Kalau produk pengolahan Freeport namanya konsentrat tembaga, kemudian begitu dimurnikan akan muncullah logam-logam yang kemurniannya sudah seperti tembaga katoda 99,99 persen, kemudian emas juga, perak juga," katanya.

Tak hanya menghasilkan produk utama, proses pemurnian juga membuka peluang ekonomi baru melalui pemanfaatan unsur-unsur mineral yang sebelumnya tidak memiliki nilai komersial dalam konsentrat. Menurut Harry, sejumlah logam seperti platinum group metals, selenium, bismut, dan timbal kini dapat dipisahkan dan menjadi produk yang memiliki nilai jual tersendiri. "Beberapa elemen lain yang tadinya tidak terdeteksi di dalam konsentrat, tidak payable di dalam konsentrat, tapi karena proses pemurnian ini menjadi payable," pungkasnya.